A.
Definisi Pandangan
Hidup dan Ideologi
Pandangan hidup adalah suatu pendapat atau
ketetapan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, dan petunjuk hidup.
Ideologi adalah ide atau gagasan. Kata
ideologi sendiri diciptakan oleh Antoine Destutt de Tracy pada akhir abad ke-18
untuk mendefinisikan "sains tentang ide". Ideologi dapat dianggap
sebagai visi yang komprehensif, sebagai cara memandang segala sesuatu (bandingkan
Weltanschauung), secara umum (lihat Ideologi dalam kehidupan sehari hari) dan
beberapa arah filosofis (lihat Ideologi politis), atau sekelompok ide yang
diajukan oleh kelas yang dominan pada seluruh anggota masyarakat. Tujuan untama
di balik ideologi adalah untuk menawarkan perubahan melalui proses pemikiran
normatif. Ideologi adalah sistem pemikiran abstrak (tidak hanya sekadar
pembentukan ide) yang diterapkan pada masalah publik sehingga membuat konsep
ini menjadi inti politik. Secara implisit setiap pemikiran politik mengikuti
sebuah ideologi walaupun tidak diletakkan sebagai sistem berpikir yang
eksplisit. (definisi ideologi Marxisme).
B.
Cita – Cita
Cita-cita menurut definisi adalah keinginan,
harapan, atau tujuan yang selalu ada dalam pikiran. Tidak ada orang hidup tanpa
cita-cita, tanpa berbuat kebajikan, dan tanpa sikap hidup.
Cita-cita itu perasaan hati yang merupakan suatu keinginan
yang ada dalam hati. Cita-cita yang merupakan bagian atau salah satu unsur dari
pandangan hidup manusia, yaitu sesuatu yang ingin digapai oleh manusia melalui
usaha. Sesuatu bisa disebut dengan cita-cita apabila telah terjadi usaha untuk
mewujudkan sesuatu yang dianggap cita-cita itu.
3 Faktor yang
menentukan dapat atau tidaknya seseorang mencapai cita – citanya antara lain :
– Manusia itu sendiri,
– Kondisi yang dihadapi dalam rangka mencapai cita – cita
tersebut,
– Seberapa tinggi cita – cita yang ingin dicapai.
2 Faktor kondisi yang mempengaruhi tercapai tidaknya cita –
citanya antara lain :
– Faktor yang menguntungkan, dan
– Faktor yang menghambat.
C.
Kebajikan atau Kebaikan
Kebajikan atau kebaikan pada hakikatnya adalah
perbuatan moral, perbuatan yang sesuai dengan norma-norma agama atau etika.
Manusia berbuat baik, karena menurut kodratnya manusia itu baik dan makhluk
bermoral. Dia adalah seorang individu yang utuh, terdiri atas jiwa dan raga.
Dia memiliki hati yang pada hakikatnya lagi, memihak pada kebenaran dan selalu
mengeluarkan pendapat sendiri tentang pribadinya, perasaannya, cita-citanya,
dan hal-hal lainnya. Dari yang dirasakan manusia tersebut, manusia cenderung
lebih memihak pada kebaikan untuk dirinya sendiri. Inilah yang membuat sebagian
manusia ‘terpilah’ menjadi manusia egois, yang seringkali seperti tidak
mengenal kebajikan.
Untuk melihat apa itu kebajikan, kita harus melihat dari 3
segi, yaitu :
a. Manusia sebagai pribadi, yang menentukan baik-buruknya
adalah suara hati.
b. Manusia sebagai anggota masyarakat atau makhluk sosial,
manusia hidup bermasyarakat, saling membutuhkan, saling menolong, dan saling
menghargai anggota masyarakat
D.
Usaha dan
Perjuangan
Usaha/perjuangan adalah kerja keras untuk
mewujudkan cita – cita. Setiap manusia harus kerja keras untuk melanjutkan
hidupnya. Sebagian hidup manusia adalah usaha/perjuangan, perjuangan untuk
hidup dan ini sudah kodrat manusia. Tanpa usaha/perjuangan manusia tak dapat
hidup sempurna. Apabila manusia ingin menjadi kaya, ia harus kerja keras. Bila
seseorang ingin menjadi ilmuwan, ia harus rajin belajar dan mengikuti semua
ketentuan akademik.
Kerja keras itu dapat dilakukan denga otak/ilmu atau
jasmani/tenaga, dan bisa juga keduanya. Para ilmuwan lebih banyak bekerja keras
dengan otak/ilmunya daripada jasmani/tenaganya. Sebaliknya buruh bekerja keras
dengan jasmani/tenaganya daripada otaknya. Kerja keras pada dasarnya menghargai
dan menigkatkan harkat dan martabat manusia. Pemalas membuat manusia itu
miskin, melarat dan tidak mempunyai harkat dan martabat. Karena itu tidak boleh
bermalas – malasan, bersantai – santai dalam hidup ini. Santai dan istirahat
ada waktunya dan manusia yang mengaturnya.
E.
Keyakinan/Kepercayaan
Keyakinan adalah suatu sikap yang
ditunjukkan oleh manusia saat ia merasa cukup tahu dan menyimpulkan bahwa
dirinya telah mencapai kebenaran. Karena keyakinan merupakan suatu sikap, maka
keyakinan seseorang tidak selalu benar -- atau, keyakinan semata bukanlah
jaminan kebenaran. Contoh: Pada suatu masa, manusia pernah meyakini bahwa bumi
merupakan pusat tata surya, belakangan disadari bahwa keyakinan itu keliru.
Kepercayaan adalah
suatu keadaan psikologis pada saat seseorang menganggap suatu premis benar
Bagaimana
saya memaknai hidup ini?
Semua individu di dunia ini mempunyai caranya masing masing
untuk memaknai hidupnya masing masing. Saya memaknai hidup ini dengan cara
memilih pedoman hidup yang menurut saya benar. Dan pedoman hidup saya di dunia
ini adalah kitab yang sudah saya percayai di agama yang sudah saya peluk. Agama
adalah jalan atau pelajaran yang baik untuk saya lebih memaknai hidup di dunia
ini.
Bagaimana
usaha saya untuk menggapai cita cita saya selama menjalani hidup ini?
Jelas semua orang mempunyai usaha yang hamper sama untuk
menggapai cita citanya masing masing, yaitu belajar, berkerja keras, dan
berdoa. Belajar di bidang yang sesuai dengan cita cita yang diinginkan, bekerja
keras yang maksudnya dengan sungguh sungguh dan ikhlas karna proses tidak
pernah mengkhianati hasil, dan terakhir berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa karna
sesungguhnya semua kesuksesan, kekayaan didunia ini semata mata hanya titipan
dari Tuhan Yang Maha Esa.
Sumber:
No comments:
Post a Comment