Pendapat menurut saya pribadi, Balqis Aulia Abdillah..
Thursday, July 2, 2015
Monday, June 22, 2015
Saturday, June 13, 2015
Manusia dan Kepercayaan
1.
Pengertian
Harapan
Harapan atau asa adalah bentuk dasar dari kepercayaan akan
sesuatu yang diinginkan akan didapatkan atau suatu kejadian akan bebuah
kebaikan di waktu yang akan datang. [1]Pada umumnya harapan berbentuk abstrak,
tidak tampak, namun diyakini bahkan terkadang, dibatin dan dijadikan sugesti
agar terwujud. Namun ada kalanya harapan tertumpu pada seseorang atau sesuatu.
Pada praktiknya banyak orang mencoba menjadikan harapannya menjadi nyata dengan
cara berdoa atau berusaha
.
PERSAMAAN HARAPAN DAN CITA CITA
Bila dibandingkan dengan cita-cita, maka harapan mengandung
pengertian tidak terlalu muluk, sedangkan cita-cita pada umumnya perlu setinggi
bintang. Antara harapan dan cita-cita terdapat persamaan yaitu: keduanya
menyangkut masa depan karena belum terwujud, pada umumnya dengan cita-cita
maupun harapan orang menginginkan hal yang lebih baik atau meningkat.
2.
Sebab
Manusia Mempunyai Harapan
Ada 2 hal yang menyebabkan seseorang memiliki harapan, yaitu
:
·
Dorongan Kodrat
Kodrat adalah sifat, keadaan atau pembawaan alamiah yang
sudah terwujud dalam diri manusia sejak manusia itu diciptakan oleh Tuhan.
Dorongan kodrat menyebabkan manusia mempunyai keinginan atau
harapan, misalnya menangis, tertawa, sedih, dan bahagia.
Dalam diri manusia masing-masing sudah terjelma sifat, kodrat
pembawaan dan kemampuan untuk hidup bergaul, hidup bermasyarakat, dan hidup
bersama dengan manusia lain.
Dengan kodrat inilah, manusia memiliki harapan.
·
Dorongan Kebutuhan Hidup
Manusia memiliki kebutuhan hidup, umumnya adalah kebutuhan
jasmani dan rohani. Untuk memenuhi kebutuhan itu manusia harus bekerja sama
dengan manusia lain. Hal ini disebabkan karena kemampuan manusia sangat
terbatas baik kemampuan fisik maupun kemampuan berpikirnya.
Menurut Abraham Maslow, sesuai dengan kodratnya, harapan atau
kebutuhan manusia itu adalah :
a. Kelangsungan
hidup (survival).
b. Keamaanan
(safety).
c. Hak dan
kewajiban untuk mencintai dan dicintai (be loving and loved).
d. Diakui
lingkungan (status).
e. Perwujudan
cita-cita (self-actualization).
Dengan adanya dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup
maka manusia mempunyai harapan. Karena pada hakekatnya harapan itu adalah
keinginan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
3.
Pengertian
Doa
Doa adalah memohon atau meminta suatu yang bersifat baik
kepada Allah SWT seperti meminta keselamatan hidup, rizki yang halal dan
keteguhan iman. Sebaiknya kita berdoa kepada Allah SWT setiap saat karena akan
selalu didengar olehNya.
4.
Kepercayaan
Kepercayaan berasal dari kata percaya, artinya mengakui atau
meyakini akan kebenaran. Kepercayaan adalah hal-hal yang berhubungan dengan
pengakuan atau keyakinan akan kebenaran. maka jelaslah kepada kita, bahwa dasar
kepercayaan itu adalah kebenaran. Ada jenis pengetahuan yang dimilik seseorang,
bukan karena merupakan hasil penyelidikan sendiri, melainkan diterima dari
orang lain. Kebenaran pengetahuan yang didasarkan atas orang lain itu
disebabkan karma orang lain itu dapat dipercaya. Yang diselidiki bukan lagi
masalahnya, melainkan orang yang memberitahukan itu dapat dipercaya atau tidak.
Pengetahuan yang diterima dari orang lain atas kewibawaannya itu disebut
kepercayaan. Makin besar kewibawaan yang memberitahu mengenai pengetahuan itu
makin besar kepercayaan.
Dalam agama terdapat kebenaran-kebenaran yang dianggap
diwahyukan artinya diberitahukan oleh Tuhan – langsung atau tidak langsung
kepada manusia. Kewibawaan pemberi kebenaran itu ada yang melebihi besamya .
Kepercayaan dalam agama merupakan keyakinan yang paling besar. Hak berpikir
bebas, hak atas keyakinan sendiri menimbulkan juga hak ber agama menurut
keyakinan.
Dalam hal beragama tiap-tiap orang wajib menerima dan
menghormati kepercayaan orang yang beragama itu, Dasarnya ialah keyakinan
masing-masing.
3 TEORI KEBENARAN
• Teori Kebenaran Korespondensi
Teori kebenaran korespondensi adalah teori yang berpandangan
bahwa pernyataan-pernyataan adalah benar jika berkorespondensi terhadap fakta
atau pernyataan yang ada di alam atau objek yang dituju pernyataan tersebut.
Kebenaran atau suatu keadaan dikatakan benar jika ada kesesuaian antara arti
yang dimaksud oleh suatu pendapat dengan fakta. Suatu proposisi adalah benar
apabila terdapat suatu fakta yang sesuai dan menyatakan apa adanya. Teori ini
sering diasosiasikan dengan teori-teori empiris pengetahuan.
• Teori Kebenaran Koherensi
Teori kebenaran koherensi adalah teori kebenaran yang
didasarkan kepada kriteria koheren atau konsistensi. Suatu pernyataan disebut
benar bila sesuai dengan jaringan komprehensif dari pernyataan-pernyataan yang
berhubungan secara logis. Pernyataan-pernyataan ini mengikuti atau membawa
kepada pernyataan yang lain. Seperti sebuah percepatan terdiri dari
konsep-konsep yang saling berhubungan dari massa, gaya dan kecepatan dalam
fisika.
Kebenaran tidak hanya terbentuk oleh hubungan antara fakta
atau realitas saja, tetapi juga hubungan antara pernyataan-pernyataan itu
sendiri. Dengan kata lain, suatu pernyataan adalah benar apabila konsisten
dengan pernyataan-pernyataan yang terlebih dahulu kita terima dan kita ketahui
kebenarannya.
• Teori Kebenaran Pragmatis
Teori kebenaran pragmatis adalah teori yang berpandangan
bahwa arti dari ide dibatasi oleh referensi pada konsekuensi ilmiah, personal
atau sosial. Benar tidaknya suatu dalil atau teori tergantung kepada berfaedah
tidaknya dalil atau teori tersebut bagi manusia untuk kehidupannya. Kebenaran
suatu pernyataan harus bersifat fungsional dalam kehidupan praktis.
Menurut teori ini proposisi dikatakan benar sepanjang
proposisi itu berlaku atau memuaskan. Apa yang diartikan dengan benar adalah
yang berguna (useful) dan yang diartikan salah adalah yang tidak berguna
(useless). Bagi para pragmatis, batu ujian kebenaran adalah kegunaan (utility),
dapat dikerjakan (workability) dan akibat atau pengaruhnya yang memuaskan
(satisfactory consequences). Teori ini tidak mengakui adanya kebenaran yang
tetap atau mutlak.
5.
Cara Saya
Meningkatkan Rasa Keyakinan Akan Harapan Yang Saya Miliki
Saya akan melihat perjuangan orangtua saya sendiri untuk
membantu mewujudkan harapan yang saya miliki, seperti kerja seharian sampai
larut malam, melihat itu sangat memotivasi saya untuk terus yakin dan berusaha
mewujudkan harapan yang saya miliki.
Sumber:
Sunday, May 3, 2015
Manusia dan Kegelisahan
A.
KEGELISAHAN
Kegelisahan berasal dari kata gelisah, yang berarti tidak
tentram hatinya, selalu merasa khawatir, tidak tenang, tidak sabar, tidak
cemas.
B.
SEBAB SEBAB
ORANG GELISAH
Biasanya orang gelisah itu karena merasa akan tidak bisa
melakukan sesuatu yang akan dikerjakannya pada masa depan. Misalnya gelisah
karena takut tidak mendapat kerjaan, atau bisa juga gelisah karena merasa tidak
bisa mengerjakan tugas dari kampus dan kantornya. Gelisah itu timbul ketika
pikiran kita sudah dimasuki rasa negative yg begitu tinggi akan sesuatu,
sehingga rasa percaya diri akan hilang . Tentu itu akan membuat kita menjadi
gelisah. Intinya Gelisah itu timbul karena kita merasa takut tidak bisa mengerjakan
kewajiban kita sehingga takut pula untuk kehilangan haknya.
C.
KETERASINGAN
Terasing atau keterasingan adalah bagian hidup manusia.
Sebentar atau lama orang pemah mengalami hidup dalam keterasingan, sudah tentu
dengan sebab dan kadar yang berbeda satu sama lain.
Keterasingan disebabkan oleh dua faktor, yaitu :
·
Faktor intern, atau fakor yang berasal dari dalam diri
sendiri seperti merasa berbeda dengan orang lain, rendah diri dan bersikap
apatis dengan lingkungan.
·
Faktor ekstern, yaitu faktor yang berasal dari luar
diri. Faktor ini pun biasanya bersumber pada faktor yang pertama.
D.
KESEPIAN
Kesepian adalah keadaan emosi dan kognitif yang tidak bahagia
yang diakibatkan oleh hasrat akan hubungan akrab tetapi tidak dapat
mencapainya. Individu yang tidak menginginkan teman bukan orang yang kesepian,
tetapi seseorang yang menginginkan teman dan tidak memilikinyalah orang yang
kesepian. Kesepian adalah pengalaman subjektif. Kesepian juga dideskripsikan
sebagai kesakitan sosial - suatu mekanisme psikologis untuk memperingatkan
seorang individu atas isolasi yang tidak diinginkan dan memotivasinya untuk
mencari hubungan sosial.
E.
KETIDAKPASTIAN
Ketidakpastian adalah sebutan yang digunakan dengan berbagai
cara di sejumlah bidang, termasuk filosofi, fisika, statistika, ekonomika,
keuangan, asuransi, psikologi, sosiologi, teknik, dan ilmu pengetahuan
informasi. Ketidakpastian berlaku pada perkiraan masa depan hingga pengukuran
fisik yang sudah ada atau yang belum diketahui.
Contohnya, jika Anda tidak tahu apakah besok hujan, maka Anda
mengalami ketidakpastian. Bila Anda menerapkan kemungkinan ini pada hasil
memungkinkan yang menggunakan perkiraan cuaca atau penilaian kemungkinan
terkalibrasi, Anda telah memperkirakan ketidakpastian.
F.
USAHA SAYA
MENGATASI KEGELISAHAN DAN KETIDAKPASTIAN
Untuk mengatasi kegelisahan seperti rasa cemas, tidak tenang,
khawatir saya akan terus berusaha berfikir positif dengan cara berdoa kepada
Tuhan Yang Maha Esa. Istighfar selalu jika sudah muncul perasaan perasaan
negatif. Dan dalam mengatasi ketidakpastian saya akan terus berusaha menangkis
semua hal yang tidak pasti, saya akan mencerna bagian yang pasti pasti saja di
hidup saya.
SUMBER:
Sunday, April 26, 2015
Manusia dan Tanggung Jawab
A.
Definisi
Tanggung Jawab
Rasa Tanggung Jawab adalah suatu pengertian dasar untuk
memahami manusia sebagai makhluk susila, dan tinggi rendahnya akhlak yang
dimilikinya. Terkait rasa tanggung jawab, sebaiknya manusia melandasi
anggapannya dengan mengakui kenyataan bahwa mansuia dalam hubungan yang sempit
dan luas memerlukan satu sama lain untuk mewujudkan nilai-nilai kehidupan yang
dirasanya baik dan menunjang eksistensi dirinya. Rasa tanggung jawab kemdudian
berkembang bukan hanya pada tataran personal, namun selalu dikaitkan dengan
hubungan dengan orang lain, sehingga dapat dibuat dalam sistem hukum, bahkan
hukum pidana. Seseorang yang terhubung dengan pihak-pihak lain tidak bisa lepas
dari rasa tanggung jawab yang melekat pada dirinnya.
B.
Jenis –
Jenis Tanggung Jawab
·
Tanggung
jawab moral. Tanggung jawab identik dengan tindakan moral. Tanggung jawab moral
melingkupi tiga unsur: kebebasan bertindak dan tindakan integral tanggung jawab
(lahir dari hati nurani).
·
Tanggung
jawab sebagai warga negara, baik sebagai pemikul jabatan pemerintah maupun
kewajiban sebagai rakyat. Seorang pejabat negara bertanggungjawab kepada
instansi dan tugas-tugas yang diberikan kepadanya selaku pejabat. Sedangkan
seorang warga biasa, seseorang bertanggungjawab kepada negara, misalnya
membayar pajak dan mematuhi peraturan pemerintah yang telah ditetapkan dalam
peraturan-peraturan tertentu. Sebagai contoh, di negara demokrasi, kepala
pemerintahan bertanggungjawab kepadaparlemen dan rakyatnya sesuai undang-undang
C.
Pengabdian
Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia, pengabdian berarti hal
mengabdi atau mengabdikan. Seorang warga negara yang mengabdi kepada negaranya
biasanya berpedoman hidup: "Berjuang bagi negara tanpa mengharapkan
imbalan apa-apa."
Bentuk – Bentuk Pengabdian
·
Pengabdian terhadap Tuhan yang Maha Esa
Yaitu penyerahan diri secara penuh terhadap Tuhan dan
merupakan perwujudan tanggung jawabnya yang juga diikuti oleh pengorbanan.
·
Pengabdian kepada masyarakat
Ini timbul karena manusia dibesarkan dan hidup dalam
masyarakat, sehingga sebagai perwujudan tanggung jawabnya kemudian melakukan
pengabdian juga pengorbanan.
·
Pengabdian kepada raja
Yaitu suatu penyerahan diri secara ikhlas kepada rajanya,
karena dianggap yang melindunginya, walaupun sekarang jarang terjadi.
·
Pengabdian kepada negara
Timbul karena seseorang merasa ikut bertanggung jawab
terhadap kelestarian (kelangsungan) negara dan demi persatuan kesatuan bangsa.
·
Pengabdian kepada harta
Ini terjadi karena seseorang memandang bahwa harta yang
menghidupinya, sehingga tindakan- tindakannya semata- mata demi harta. Kadang-
kadang ia tanpa menyadari justru mengorbankan dirinya untuk mempertahankan
hartanya, yang akhirnya tidak dapat menikmati hartanya.
·
Pengabdian kepada keluarga
Ini timbul karena keinginan untuk membahagiakan keluarga
dengan terpenuhinya kebutuhan secara lahir dan batin secara layak.
D.
Pengorbanan
Pengorbanan adalah pemberian yang didasarkan atas kesadaran
moral yang tulus ikhlas semata-mata. Pengorbanan merupakan akibat dari
pengabdian. Pengorbanan diserahkan secara ikhlas tanpa pamrih, tanpa ada
perjanjian, tanpa ada transaksi, kapan saja diperlukan.
Macam-macam Pengorbanan
·
Pengorbanan harta benda
·
Pengorbanan pikiran
·
Pengorbanan perasaan
·
Pengorbanan tenaga
E.
Tanggung
Jawab Saya Sebagai Manusia, Apakah Saya Seseorang yang Bertanggung Jawab
Tanggung jawab sebagai manusia adalah bisa berkerjasama
dengan manusia manusia yang lain, melakukan sesuatu semua ada akibatnya dan
saya akan menaggung hal itu. Menurut saya, saya masih dalam proses bertanggung
jawab dalam hidup saya. Masih banyak hal hal yang kurang menurut saya dibagian
bertanggung jawab.
Sumber:
Sunday, April 19, 2015
Manusia dan Pandangan Hidup
A.
Definisi Pandangan
Hidup dan Ideologi
Pandangan hidup adalah suatu pendapat atau
ketetapan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, dan petunjuk hidup.
Ideologi adalah ide atau gagasan. Kata
ideologi sendiri diciptakan oleh Antoine Destutt de Tracy pada akhir abad ke-18
untuk mendefinisikan "sains tentang ide". Ideologi dapat dianggap
sebagai visi yang komprehensif, sebagai cara memandang segala sesuatu (bandingkan
Weltanschauung), secara umum (lihat Ideologi dalam kehidupan sehari hari) dan
beberapa arah filosofis (lihat Ideologi politis), atau sekelompok ide yang
diajukan oleh kelas yang dominan pada seluruh anggota masyarakat. Tujuan untama
di balik ideologi adalah untuk menawarkan perubahan melalui proses pemikiran
normatif. Ideologi adalah sistem pemikiran abstrak (tidak hanya sekadar
pembentukan ide) yang diterapkan pada masalah publik sehingga membuat konsep
ini menjadi inti politik. Secara implisit setiap pemikiran politik mengikuti
sebuah ideologi walaupun tidak diletakkan sebagai sistem berpikir yang
eksplisit. (definisi ideologi Marxisme).
B.
Cita – Cita
Cita-cita menurut definisi adalah keinginan,
harapan, atau tujuan yang selalu ada dalam pikiran. Tidak ada orang hidup tanpa
cita-cita, tanpa berbuat kebajikan, dan tanpa sikap hidup.
Cita-cita itu perasaan hati yang merupakan suatu keinginan
yang ada dalam hati. Cita-cita yang merupakan bagian atau salah satu unsur dari
pandangan hidup manusia, yaitu sesuatu yang ingin digapai oleh manusia melalui
usaha. Sesuatu bisa disebut dengan cita-cita apabila telah terjadi usaha untuk
mewujudkan sesuatu yang dianggap cita-cita itu.
3 Faktor yang
menentukan dapat atau tidaknya seseorang mencapai cita – citanya antara lain :
– Manusia itu sendiri,
– Kondisi yang dihadapi dalam rangka mencapai cita – cita
tersebut,
– Seberapa tinggi cita – cita yang ingin dicapai.
2 Faktor kondisi yang mempengaruhi tercapai tidaknya cita –
citanya antara lain :
– Faktor yang menguntungkan, dan
– Faktor yang menghambat.
C.
Kebajikan atau Kebaikan
Kebajikan atau kebaikan pada hakikatnya adalah
perbuatan moral, perbuatan yang sesuai dengan norma-norma agama atau etika.
Manusia berbuat baik, karena menurut kodratnya manusia itu baik dan makhluk
bermoral. Dia adalah seorang individu yang utuh, terdiri atas jiwa dan raga.
Dia memiliki hati yang pada hakikatnya lagi, memihak pada kebenaran dan selalu
mengeluarkan pendapat sendiri tentang pribadinya, perasaannya, cita-citanya,
dan hal-hal lainnya. Dari yang dirasakan manusia tersebut, manusia cenderung
lebih memihak pada kebaikan untuk dirinya sendiri. Inilah yang membuat sebagian
manusia ‘terpilah’ menjadi manusia egois, yang seringkali seperti tidak
mengenal kebajikan.
Untuk melihat apa itu kebajikan, kita harus melihat dari 3
segi, yaitu :
a. Manusia sebagai pribadi, yang menentukan baik-buruknya
adalah suara hati.
b. Manusia sebagai anggota masyarakat atau makhluk sosial,
manusia hidup bermasyarakat, saling membutuhkan, saling menolong, dan saling
menghargai anggota masyarakat
D.
Usaha dan
Perjuangan
Usaha/perjuangan adalah kerja keras untuk
mewujudkan cita – cita. Setiap manusia harus kerja keras untuk melanjutkan
hidupnya. Sebagian hidup manusia adalah usaha/perjuangan, perjuangan untuk
hidup dan ini sudah kodrat manusia. Tanpa usaha/perjuangan manusia tak dapat
hidup sempurna. Apabila manusia ingin menjadi kaya, ia harus kerja keras. Bila
seseorang ingin menjadi ilmuwan, ia harus rajin belajar dan mengikuti semua
ketentuan akademik.
Kerja keras itu dapat dilakukan denga otak/ilmu atau
jasmani/tenaga, dan bisa juga keduanya. Para ilmuwan lebih banyak bekerja keras
dengan otak/ilmunya daripada jasmani/tenaganya. Sebaliknya buruh bekerja keras
dengan jasmani/tenaganya daripada otaknya. Kerja keras pada dasarnya menghargai
dan menigkatkan harkat dan martabat manusia. Pemalas membuat manusia itu
miskin, melarat dan tidak mempunyai harkat dan martabat. Karena itu tidak boleh
bermalas – malasan, bersantai – santai dalam hidup ini. Santai dan istirahat
ada waktunya dan manusia yang mengaturnya.
E.
Keyakinan/Kepercayaan
Keyakinan adalah suatu sikap yang
ditunjukkan oleh manusia saat ia merasa cukup tahu dan menyimpulkan bahwa
dirinya telah mencapai kebenaran. Karena keyakinan merupakan suatu sikap, maka
keyakinan seseorang tidak selalu benar -- atau, keyakinan semata bukanlah
jaminan kebenaran. Contoh: Pada suatu masa, manusia pernah meyakini bahwa bumi
merupakan pusat tata surya, belakangan disadari bahwa keyakinan itu keliru.
Kepercayaan adalah
suatu keadaan psikologis pada saat seseorang menganggap suatu premis benar
Bagaimana
saya memaknai hidup ini?
Semua individu di dunia ini mempunyai caranya masing masing
untuk memaknai hidupnya masing masing. Saya memaknai hidup ini dengan cara
memilih pedoman hidup yang menurut saya benar. Dan pedoman hidup saya di dunia
ini adalah kitab yang sudah saya percayai di agama yang sudah saya peluk. Agama
adalah jalan atau pelajaran yang baik untuk saya lebih memaknai hidup di dunia
ini.
Bagaimana
usaha saya untuk menggapai cita cita saya selama menjalani hidup ini?
Jelas semua orang mempunyai usaha yang hamper sama untuk
menggapai cita citanya masing masing, yaitu belajar, berkerja keras, dan
berdoa. Belajar di bidang yang sesuai dengan cita cita yang diinginkan, bekerja
keras yang maksudnya dengan sungguh sungguh dan ikhlas karna proses tidak
pernah mengkhianati hasil, dan terakhir berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa karna
sesungguhnya semua kesuksesan, kekayaan didunia ini semata mata hanya titipan
dari Tuhan Yang Maha Esa.
Sumber:
Wednesday, April 8, 2015
Manusia dan Keadilan
1.
Definisi dan Makna Keadilan
Definisi keadilan, adalah
kondisi kebenaran ideal secara moral mengenai sesuatu hal, baik menyangkut
benda atau orang. Menurut sebagian besar teori, keadilan memiliki tingkat
kepentingan yang besar. John Rawls, filsuf Amerika Serikat yang dianggap salah
satu filsuf politik terkemuka abad ke-20, menyatakan bahwa "Keadilan
adalah kelebihan (virtue) pertama dari institusi sosial, sebagaimana halnya kebenaran
pada sistem pemikiran". Tapi, menurut kebanyakan teori juga, keadilan
belum lagi tercapai: "Kita tidak hidup di dunia yang adil".
Kebanyakan orang percaya bahwa ketidakadilan harus dilawan dan dihukum, dan
banyak gerakan sosial dan politis di seluruh dunia yang berjuang menegakkan
keadilan. Tapi, banyaknya jumlah dan variasi teori keadilan memberikan
pemikiran bahwa tidak jelas apa yang dituntut dari keadilan dan realita
ketidakadilan, karena definisi apakah keadilan itu sendiri tidak jelas.
keadilan intinya adalah meletakkan segala sesuatunya pada tempatnya.
2.
Keadilan Sosial
Keadilan sosial adalah
sebuah konsep yang membuat para filsuf terkagum-kagum sejak Plato membantah
filsuf muda, Thrasymachus, karena ia menyatakan bahwa keadilan adalah apa pun
yang ditentukan oleh si terkuat. Dalam Republik, Plato meresmikan alasan bahwa
sebuah negara ideal akan bersandar pada empat sifat baik: kebijakan,
keberanian, pantangan (atau keprihatinan), dan keadilan.
Penambahan kata sosial
adalah untuk membedakan keadilan sosial dengan konsep keadilan dalam hukum.
Keadilan sosial juga
merupakan salah satu butir dalam Pancasila.
3.
Macam Keadilan
a. Macam-macam atau
jenis-jenis keadilan menurut Teori Aristoteles adalah sebagai berikut...
·
Keadilan Komunikatif
: Pengertian keadilan komunikatif adalah perlakuan kepada seseorang tampa
dengan melihat jasa-jasanya. Contohnya keadilan komunikatif adalah seseorang
yang diberikan sanksi akibat pelanggaran yang dibuatnya tampa melihat jasa dan
kedudukannya.
·
Keadilan Distributif
: Pengertian keadilan distributif adalah perlakuan kepada seseorang sesuai
dengan jasa-jasa yang telah dilakukan. Contoh keadilan distributif adalah
seorang pekerja bangunan yang diberi gaji sesuai atas hasil yang telah
dikerjakan.
·
Keadilan Kodrat Alam
: Pengertian keadilan kodrat alam adalah perlakukan kepada seseorang yang
sesuai dengan hukum alam. Contoh keadilan kodrat alam adalah seseorang akan
membalas dengan baik apabila seseorang tersebut melakukan hal yang baik pula
kepadanya.
·
Keadilan Konvensional
: Pengertian keadilan konvensional adalah keadilan yang terjadi dimana
seseorang telah mematuhi peraturan perundang-undangan. Contoh keadilan
konvensional adalah seluruh warga negara wajib mematuhi segala peraturan yang
berlaku di negara tersebut.
·
Keadilan Perbaikan :
Pengertian keadilan perbaikan adalah keadilan yang terjadi dimana seseorang telah
mencemarkan nama baik orang lain. Contoh keadilan perbaikan adalah seseorang
meminta maaf kepada media karna telah mencemarkan nama baik orang lain.
b. Macam-macam atau jenis-jenis keadilan menurut Teori Plato
adalah sebagai berikut...
·
Keadilan Moral :
Pengertian keadilan moral adalah keadilan yang terjadi apabila mampu memberikan
perlakukan seimbang antara hak dan kewajibannya.
·
Keadilan Prosedural :
Pengertian keadilan prosedural adalah keadilan yang terjadi apabila seseorang
melaksanakan perbuatan sesuai dengan tata cara yang diharapkan
c. Macam-macam Keadilan Secara Umum adalah sebagai
berikut...
·
Keadilan Komunikatif
(Iustitia Communicativa) : Pengertian keadilan komunikatif adalah keadilan yang
memberikan kepada masing-masing orang terhadap apa yang menjadi bagiannya
dengan berdasarkan hak seseorang pada suatu objek tertentu. Contoh keadilan
komunikatif adalah Iwan membeli tas andri yang harganya 100 ribu maka iwan
membayar 100 ribu juga seperti yang telah disepakati.
·
Keadilan Distributif
(Iustitia Distributiva) : Pengertian keadilan distributif adalah keadilan yang
memberikan kepada masing-masing terhadap apa yang menjadi hak pada suatu subjek
hak yaitu individu. Keadilan distributif adalah keadilan yang menilai dari
proporsionalitas atau kesebandingan berdasarkan jasa, kebutuhan, dan kecakapan.
Contoh keadilan distributif adalah karyawan yang telah bekerja selama 30 tahun,
maka ia pantas mendapatkan kenaikan jabatan atau pangkat.
·
Keadilan Legal
(Iustitia Legalis) : Pengertian keadilan legal adalah keadilan menurut
undang-undang dimana objeknya adalah masyarakat yang dilindungi UU untuk
kebaikan bersama atau banum commune. Contoh keadilan legal adalah Semua
pengendara wajib menaati rambu-rambu lalu lintas.
·
Keadilan Vindikatif
(Iustitia Vindicativa) : Pengertian keadilan vindikatif adalah keadilan yang
memberikan hukuman atau denda sesuai dengan pelanggaran atau kejatahannya.
Contoh keadilan vindikatif adalah pengedar narkoba pantas dihukum dengan
seberat-beratnya.
·
Keadilan Kreatif
(Iustitia Creativa) : Pengertian keadilan kreatif adalah keadilan yang
memberikan masing-masing orang berdasarkan bagiannya yang berupa kebebasan
untuk menciptakan kreativitas yang dimilikinya pada berbagai bidang kehidupan.
Contoh keadilan kreatif adalah penyair diberikan kebebasan dalam menulis,
bersyair tanpa interfensi atau tekanan apapun.
·
Keadilan Protektif
(Iustitia Protektiva) : Pengertian keadilan protektif adalah keadilan dengan
memberikan penjagaan atau perlindungan kepada pribadi-pribadi dari tindak
sewenang-wenang oleh pihak lain. Contoh keadilan protektif adalah Polisi wajib
menjaga masyarakat dari para penjahat
4.
Kejujuran (Definisi dan Hakekat)
Definisi kejujuran: sifat
(keadaan) jujur; ketulusan (hati); kelurusan (hati)
Hakekat Kejujuran
·
Jujur dalam perkataan.
·
Jujur dalam niat dan
kehendak.
·
Jujur dalam hasrat
dan pemenuhan hasrat itu.
·
Jujur dalam amal
perbuatan.
·
Jujur dalam
merealisasikan perintah agama
5.
Kecurangan
Kecurangan atau curang
identik dengan ketidakjujuran atau tidak jujur, dan sama pula dengan licik,
meskipun tidak serupa benar. Curang atau kecurangan artinya apa yang diinginkan
tidak sesuai dengan hari nuraninya atau, orang itu memang dari hatinya sudah
berniat curang dengan maksud memperoleh keuntungan tanpa bertenaga dan
berusaha. Kecurangan menyebabkan orang menjadi serakah, tamak, ingin menimbun
kekayaan yang berlebihan dengan tujuan agar dianggap sebagai orang yang paling
hebat, paling kaya, dan senang bila masyarakat disekelilingnya hidup menderita.
6.
Perhitungan (Hisab)
Hisab adalah perhitungan
secara matematis dan astronomis untuk menentukan posisi bulan dalam menentukan
dimulainya awal bulan pada kalender Hijriyah.
'Hisab secara harfiah
'perhitungan. Dalam dunia Islam istilah hisab sering digunakan dalam ilmu falak
(astronomi) untuk memperkirakan posisi Matahari dan bulan terhadap bumi. Posisi
Matahari menjadi penting karena menjadi patokan umat Islam dalam menentukan
masuknya waktu salat. Sementara posisi bulan diperkirakan untuk mengetahui
terjadinya hilal sebagai penanda masuknya periode bulan baru dalam kalender
Hijriyah. Hal ini penting terutama untuk menentukan awal Ramadhan saat muslim
mulai berpuasa, awal Syawal (Idul Fithri), serta awal Dzulhijjah saat jamaah
haji wukuf di Arafah (9 Dzulhijjah) dan Idul Adha (10 Dzulhijjah).
Dalam Al-Qur'an surat Yunus
(10) ayat 5 dikatakan bahwa Allah memang sengaja menjadikan Matahari dan bulan
sebagai alat menghitung tahun dan perhitungan lainnya. Juga dalam Surat
Ar-Rahman (55) ayat 5 disebutkan bahwa Matahari dan bulan beredar menurut
perhitungan.
Karena ibadah-ibadah dalam
Islam terkait langsung dengan posisi benda-benda langit (khususnya Matahari dan
bulan) maka sejak awal peradaban Islam menaruh perhatian besar terhadap
astronomi. Astronom muslim ternama yang telah mengembangkan metode hisab modern
adalah Al Biruni (973-1048 M), Ibnu Tariq, Al Khawarizmi, Al Batani, dan
Habash.
Dewasa ini, metode hisab
telah menggunakan komputer dengan tingkat presisi dan akurasi yang tinggi.
Berbagai perangkat lunak (software) yang praktis juga telah ada. Hisab
seringkali digunakan sebelum rukyat dilakukan. Salah satu hasil hisab adalah
penentuan kapan ijtimak terjadi, yaitu saat Matahari, bulan, dan bumi berada
dalam posisi sebidang atau disebut pula konjungsi geosentris. Konjungsi
geosentris terjadi pada saat matahari dan bulan berada di posisi bujur langit
yang sama jika diamati dari bumi. Ijtimak terjadi 29,531 hari sekali, atau
disebut pula satu periode sinodik.
7.
Pemulihan Nama Baik (Definisi dan Hakekat)
Nama baik merupakan tujuan
utama orang hidup. Nama baik adalah nama yang tidak tercela. Setiap orang
menjaga dengan hti-hati agar namanya tetap baik. Lebih-lebih jika ia menjadi
teladan bagi orang disekitarnya adalah suatu kebanggaan batin yang tak ternilai
harganya.
Penjagaan nama baik erat
hubungannya dengan tingkah laku. Yang dimaksud dengan tingkah laku dan
perbuatan itu antara lain cara berbahasa, cara bergaul, sopan santun, disiplin,
dan lain sebagainya.
Pada hakikatnya pemulihan
nama baik itu adalah kesadaran yang disadari oleh manusia karena dia melakukan
kesalahan di dalam hidupnya, bahwa perbuatan yang dia lakukan tersebut tidak
sesuai dengan norma – norma atau aturan – aturan yang ada di negeri ini, selain
itu perbuatan yang menyebabkan hilangnya nama baik seseorang adalah karena
perbuatan yang mereka lakukan itu tidak sesuai dengan aklakul karimah (akhlak
yang baik menurut sifat – sifat Rasulullah SAW).
8.
Pembalasan
Pembalasan ialah suatu
reaksi atas perbuatan orang lain. Reaksi itu dapat berupa perbuatan yang
serupa, perbuatan yang seimbang, tingkah laku yang serupa, tingkah laku yang
seimbang. Dalam Al-Qur’an terdapat ayat-ayat yang menyatakan bahwa Tuhan
mengadakan pembalasan. Bagi yang bertakwa kepada Tuhan diberikan pembalasan dan
bagi yang mengingkari perintah Tuhanpun diberikan pembalasan yang diberikan pun
pembalasan yang seimbang, yaitu siksaan di neraka.
Sumber:
Saturday, March 28, 2015
Manusia dan Keindahan
1.
Keindahan
a. Definisi
Keindahan atau keelokan
merupakan sifat dan ciri dari orang, hewan, tempat, objek, atau gagasan yang
memberikan pengalaman persepsi kesenangan, bermakna, atau kepuasan. Dalam Kamus
Besar Bahasa Indonesia, keindahan diartikan sebagai keadaan yang enak
dipandang, cantik, bagus benar atau elok. Keindahan dipelajari sebagai bagian
dari estetika, sosiologi, psikologi sosial, dan budaya. Sebuah "kecantikan
yang ideal" [1] adalah sebuah entitas yang dikagumi, atau memiliki fitur
yang dikaitkan dengan keindahan dalam suatu budaya tertentu, untuk
kesempurnaannya.
b. Beda keindahan sebagai kualitas abstrak dan sebagai benda
tertentu yang indah
Keindahan sebagai kualitas
abstrak (Beauty as an abstract quality),
menggambarkan sesuatu yang kontemporer dan bersifat nonrealistic di mana sang
pencipta karya menggambarkan sesuatu yang tidak bisa dimengerti secara umum dan
tidak sesuai dengan realita. Keindahan sebagai kualitas abstrak menggambarkan
suatu bentuk dalam yang keindahan di mana keindahan tersebut bersifat eksklusif
dan hanya dapat dimengerti oleh orang yang menciptakan keindahan tersebut
berdasarkan apa yang dipahaminya.
Sedangkan keindahan
sebagai sebuah benda tertentu yang indah adalah keindahan yang memiliki
konsep pemahaman dan nilai yang berbeda dengan kualitas abstrak di mana benda
yang dimaksud dalam hal ini adalah sesuatu yang mewakili keindahan secara umum
dan dapat dengan mudah diterima maupun dipahami oleh masyarakat.
c. Nilai Estetik
Nilai yang berhubungan
dengan segala sesuatu yang tercakup dalam pengertian keindahan disebut nilai
estetik.
Dalam bidang filsafat, istilah nilai seringkali dipakai
sebagai suatu kata benda abstrak yang berarti keberhargaan (worth) atau
kebaikan (goodness). Dalam dictionary of sociology and related sciences
diberikan perumusan tentang value yang lebih terinci lagi sebagai berikut :
“The belived capacity of any
object to satisfy a human desire, The qualifty of any object which causes it to
be on interest to an individual or a group”. (kemampuan yang dipercaya ada pada
sesuatu benda untuk memuaskan suatu keinginan manusia. Sifat dari sesuatu benda
yang menyebababkan menarik minat seseorang atau sesuatu golongan).
d. Beda nilai ekstrinsik dan intrinsik
Nilai Ekstrinsik adalah sifat baik dari suatu benda sebagai alat atau
sarana untuk sesuatu hal lainnya (instrumental/ Contributory value), yakni
nilai yang bersifat sebagai alat atau membantu. Nilai Intrinsik adalah
sifat baik dari benda yang bersangkutan, atau sebagai suatu tujuan, ataupun
demi kepentingan benda itu sendiri.
e. Tentang kontemplasi dan ekstansi
Kontemplasi adalah dasar dalam diri manusia untuk menciptakan
sesuatu yang indah yang merupakan suatu proses bermeditasi merenungkan atau
berpikir penuh dan mendalam untuk mencari nilai-nilai, makna, manfaat dan
tujuan atau niat suatu hasil penciptaan.
Ekstansi adalah dasar dalam diri manusia untuk menyatakan,
merasakan dan menikmati sesuatu yang indah.
Apabila kontemplasi dan
ekstansi itu dihubungkan dengan kreativitas, maka kontemplasi itu faktor
pendorong untuk menciptakan keindahan, sedangkan ekstansi merupakan faktor
pendorong untuk merasakan, menikmati keindahan. Karena derajat atau tingkat
kontemplasi dan ekstansi itu berbeda-beda antara setiap manusia, maka tanggapan
terhadap keindahan karya seni juga berbeda-beda.
2.
Teori – Teori Renungan
·
Teori Pengungkapan
Dalil dari teori ini adalah
” Arts are in expression of human feeling ” ( seni adalah merupakan ungkapan
dari perasaan manusia ).
Teori ekspresi yang paling
terkenal adalah filsuf Italia Benedeto Croce (1886-1952) dengan karyanya yang
telah diterjemahkan dalam bahasa Inggris ” Aesthetic as Science of Expression
and General Lingusitic “. Beliau menyatakan bahwa ” art is expression of
impressions ” (seni adalah ungkapan dari kesan-kesan). Expression sama dengan
intuition. Dan intuisi adalah pengetahuan intuitif yang diperoleh melalui
penghayatan tentang hal-hal individual yang menghasilkan gambaran angan-angan
(images).
Menurut Leo Tolstoi kegiatan
seni adalah memunculkan dalam diri sendiri suatu perasaan yang seseorang telah
mengalaminya dan setelah memunculkan itu kemudian dengan perantaraan berbagai
gerak, garis, warna, suara, dan bentuk yang diungkapkan dalam kata-kata
memindahkan perasaan itu sehingga orang-orang mengalami perasaan yang sama.
·
Teori Metafisik
Teori yang bersifat
metafisis merupakan salah satu teori yang tertua, yakni berasal dari Plato yang
karya-karya tulisannya sebagian membahas estetik filsafati, konsepsi keindahan
dan teori seni. Sesuai dengan metafisika Plato yang mendalilkan adanya dunia
ide pada taraf yang tertinggi sebagai realita ilahi. Pada tahap yang lebih
rendah terdapat realita duniawi yang merupakan cerminan semu yang mirip realita
ilahi itu.
Contoh : Plato mengemukakan
ide ke-ranjangan yang abadi, asli indah dan sempurna ciptaan Tuhan. Dan
kemudian tukang kayu membuat ranjang dari kayu yang merupakan ide tertinggi
ke-ranjangan itu. Dan akhirnya seniman meniru ranjang kayu itu dengan
menggambarkannya ke dalam lukisan.
Dalam zaman modern suatu
teori seni lainnya yang bercorak metafisis dikemukakan oleh filsuf Arthur
Schopenhauer (1788-1860). Menurut beliau seni adalah suatu bentuk dari
pemahaman terhadap realita. Dan realita yang sejati adalah suatu keinginan
(will) yang sementara.
Dengan melalui perenungan
semacam ini lahirlah karya seni. Seniman besar adalah seseorang yang mampu
dengan perenungannya itu menembus segi-segi praktis dari benda-benda
sekelilingnya dan sampai pada maknanya yang dalam, yakni memahami ide-ide
dibaliknya.
·
Teori Psikologis
Suatu teori lain tentang
sumber seni ialah teori permainan yang dikembangkan oleh Freedrick Schiller
(1757-1805) dan Herbert Spencer (1820-1903). Menurut Schiller, asal mula seni
adalah dorongan batin untuk bermain-main (play impulse) yang ada dalam diri
seseorang. Seni semacam permainan yang menyeimbangkan segenap kemampuan mental
manusia berhubungan dengan adanya kelebihan energi yang harus dikeluarkan. Bagi
Spencer, permainan itu berperan untuk mencegah kemampuan-kemampuan mental
manusia menganggur dan kemudian menciut karena disia-siakan.
Teori lain yang dapat
dimasukkan ke dalam teori psikologis adalah teori penandaan (signification
theory) yang memandang seni sebagai suatu lambang atau tanda dari perasaan
manusia.
3.
Teori – Teori Keserasian
·
Teori Objektif dan Subjektif
Teori Objectif berpendapat
bahwa keindahan atau ciri-ciri yang menciptak nilai estetika adalah sifat
(kulitas) yang memang melekat dalam bentuk indah yang bersangkutan, terlepas
dari orang yang mengamatinya.Pendukung teori objectif adalah Plato, Hegel
Teori Subjectif menyatakan
bahwa ciri-ciri yang menciptakan keindahan suatu benda itu tidak ada, yang ada
hanya perasaan dalam diri sesorang yang mengamati suatu benda. Pendukung nya
adalah Henry Home, Earlof Shaffesburry
·
Teori Perimbangan
Dalam arti yang terbatas
yakni secara kualitatif yang di ungkapkan dengan angka-angka, keindahan
hanyalah kesan yang subjectif sifatnya dan berpendapat bahwa keindahan
sesungguhnya tercipta dan tidak ada keteraturan yakni tersusun dari daya hidup,
penggembaraan, dan pelimpahan.
Teori pengimbangan tentang
keindahan dari bangsa Yunanai Kuno dulu dipahami dalam arti terbatas, yakni
secara kualitatif yang diungkapkan dengan angka-angka. Keindahan dianggap
sebagai kualita dari benda-benda yang disusun (mempunyai bagian-bagian). Hubungan
dari bagian-bagian yang menciptakan keindahan dapat dinyatakan sebagai
perimbangan atau perbandingan angka-angka.
Teori ini hanya berlaku dari
abad ke-5 sebelum Masehi sampai abad ke-17 Masehi selama 22 abad. Teori
tersebut runtuh karena desakan dari filsafat empirisme dan aliran-aliran
termasuk dalam seni.
4.
Pendapat Mengenai Keindahan disekitar Kita
Banyak keindahan disekitar
kita yang tidak ternilai harganya. Bagi saya keindahan itu sangat lah banyak di
lingkungan sekitar kita. Seperti pemandangan subuh pada pagi hari yang
langitnya bisa disebut sebagai suatu bentuk keindahan. Dan keindahan merupakan
suatu hal yang bisa disyukuri kapan saja, karna keindahan datang bisa kapan
saja dari sumber mana saja sesuai dengan pemikiran masing masing manusia.
Keindahan Pemandangan Subuh
Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Keindahan
http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/ilmu_budaya_dasar/bab5manusia_dan_keindahan.pdf
https://dienalj.wordpress.com/2013/04/04/nilai-estetik/
http://sisyfasyfa4.blogspot.com/2011/06/perbedaan-nilai-ekstrinsik-dan-nilai_19.htmlhttp://djuriatun.blogspot.com/2011/06/pengertian-kontemplasi-dan-ekstansi.htmlhttp://hendrowidodo46.blogspot.com/2011/06/teori-teori-renungan.htmlhttp://rizkywulancils.blogspot.com/2011/05/teori-keserasian.html
Subscribe to:
Comments (Atom)


